Tampilkan postingan dengan label jinten hitam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jinten hitam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 September 2009

Thibbun Nabawi = Pekerjaan Teroris?

Di koran Surabaya Post terbitan Selasa (1/9)halaman 1 International Crisis Group menyampaikan bahwa teroris menggunakan jaringan herbal "benih hitam" atau jinten hitam atau habbah sauda dan madu serta terapi bekam atau hijamah.

Sungguh sepertinya perkara terorisme bila tidak ditangani dan ditanggapi secara profesional merembetnya semakin ngawur. Dalam kondisi ummat yang dikuasai pengobatan ala barat, dan dalam kondisi pengobatan ala Nabi sudah mulai berkembang di Indonesia muncul isu semacam ini. Sebelumnya sudah muncul stigma di masyarakat bahwa teroris 'teridentifikasi' orang yang rajin ke masjid, pakai celana atau sarung di atas mata kaki, berjenggot, senang pakai jubah, istrinya pakai cadar, dan sekarang yang mempraktekkan thibbun nabawi juga teroris.

Saya pesankan kepada pembaca jangan terpengaruh stigma semacam itu. Sama misalnya banyak koruptor pakai dasi. Apakah juga berarti orang berdasi koruptor?

Allahu musta'an.


Selasa, 14 Juli 2009

Pengobatan Jantung Koroner


Sudah dua kali ini pasien saya yang memiliki keluhan jantung koroner datang terapi. Beliau adalah pensiunan Departemen Pemberdayaan Wanita, umurnya medium 50an. Laki-laki. Tinggal di Peterongan Jombang.

Ketika pertama kali datang dia diantar adiknya (Ismail), salah satu teman ngaji saya. Dia diantar selain belum tahu rumah saya juga karena sebelum berangkat penyakit jantungnya sempat kambuh.

Pertama kali datang saya bekam bagian bawah tengkuk dan daerah trachea (tempat pertemuan leher bagian bawah dengan tulang dada bagian atas. Saya tusuk jarum (akupunktur) di tiga titik, yaitu empat jari di atas puting susu kanan dan kiri, serta di titik tulang dada yang lurus dengan garis pertemuan dua puting. Saya juga pijat relaksasi di tangan, kaki, serta kepala. Ketika selesai terapi saya kasih minum segelas air yang diaduk dengan madu hutan merk Al Ghuroba'. Sebelum pulang saya kasih resep minum dua kapsul minyak jinten hitam jenis Habasyi Sauda' setiap mau tidur malam.

Siang tadi (14/7) dia datang lagi. Kali ini dia yang menyetir mobil sendiri ditemani istri dan anaknya berumur 1 tahun 4 bulan, Aisyah nama anaknya. Katanya setelah terapi tubuhnya lebih enak dan tidak kambuh penyakit jantungnya. Katanya sebelum tidur dua malam yang lalu dia sempat lupa minum kapsul jinten hitam tersebut. Jantungnya sempat berdebar. Setelah dia minum tanda-tanda penyakitnya kambuh alhamdulillah hilang.

Pada terapi kedua saya bekam bagian punggung yang lurus dada (dua titik kanan dan kiri) serta di dada (empat jari di atas puting) kanan dan kiri. Karena dia juga mengeluh asam urat saya tusuk di titik Cu San Li (kanan dan kiri).

Semoga Allah menyembuhkan dia.

Kamis, 11 Juni 2009

Habbah Sauda'


Habbah sauda' (jinten hitam) disebut juga habbatul barokah merupakan salah satu metode pengobatan yang sesuai dengan sunnah (petunjuk) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Beberapa nama lainnya adalah nigella sativa, black seed dan syuwainiez. Dinyatakan dalam Shahih Bukhari Muslim dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Salamah bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang bersabda:

"Hendaklah kalian menggunakan habbatus sauda karena ia mengandung obat untuk setiap penyakit, kecuali kematian."
(HR Bukhari 10/121 dan Muslim 2215)

Penggunaan jinten hitam dalam pengobatan nabawi biasanya dikonsumsi berupa serbuk dan minyak. Sesuai pengalaman saya, beberapa orang merasa mual setelah mengkonsumsi yang berbentuk serbuk. Beberapa pasien ada yang diare setelah minum yang minyak. Namun apabila kita yakin bahwa apa yang disampaikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pasti atas wahyu Allah azza wa jalla maka saya anggap itu semua adalah proses kesembuhan. Dan memang, ternyata pasien yang mengalami gangguan ketika mengkonsumsi habbah sauda ternyata habis makan makanan yang mengganggu pencernakan mereka. Saya sendiri cenderung memilih yang berbentuk minyak. Beberapa produk yang sering saya pakai adalah Surrati (berbentuk minyak dalam kemasan botol kaca produk Saudi) dan Ash Shihah yang kapsul (satu botol isinya 60 kapsul).

Kandungan jinten hitam adalah Crystaline Nigellone dan Arginine, Asam Alfa Linolenic dan Asam Linolenic, 15 macam Asam Amino protein, Karbohidrat, minyak Olatile (Alkaloid, Saponin, Crube Fiber), Kalsium, Sodium, Protasium, Magnesium, Selenium dan zat besi, Karotin, Vitamin A, B1, B2, B6, C, E, dan Niacin.

Beberapa penyakit yang selama ini saya obati dengan jinten hitam adalah kencing manis (diabetes mellitus), darah tinggi, kolesterol, asam urat, masalah pencernakan, lever dan influensa.

Selasa, 05 Mei 2009

Pengobatan Diabetes secara Herbal

Penyakit kencing manis atau juga disebut Diabetes Melitus (DM) dapat diderita oleh seseorang karena faktor keturunan atau pola hidup yang tidak sehat. Secara medis seseorang yang terkena penyakit ini ‘wajib’ minum obat semacam Gliben atau disuntik insulin apabila tingkat penyakitnya sudah tinggi. Lalu bagaimana dengan sudut pandang herbal atau pengobatan tradisional? Secara pengalaman ada satu hal yang mungkin sulit diterima oleh dunia medis bahwa beberapa pasien saya dapat sembuh total dari DM tanpa mengkonsumsi obat kimia dalam proses terapi pengobatannya.

Secara jujur memang 50:50 bila dibandingkan dengan pasien yang bisa dibilang tidak bisa sembuh total. Akan tetapi pasien yang sembuh banyak persamaannya. Mereka yang sembuh adalah pasien yang disiplin menjalani proses terapi akupunktur, bekam dan akupresur. Untuk 10 kali pengobatan awal mereka rutin terapi seminggu dua kali. Untuk herbal mereka saya kasih resep minum teh mahkota dewa, serta mengkunsumsi minyak jinten hitam dan minyak zaitun setiap harinya. Di antara pasien-pasien tersebut ada yang gula darhnya sempat di atas 400, ada yang tujuh tahun tidak bisa berhubungan seks dengan istrinya (impoten), ada yang matanya nyaris buta, dan ada yang tidak dapat punya anak akhirnya bisa punya anak. Semuanya itu terjadi atas ijin Allah. Dan yang jelas semuanya sekarang sudah hidup seperti orang normal. Bahkan ada salah satu pasien yang sembuh tersebut nekat makan durian dan makan sate kambing. Setelah saya tes Alhamdulillah gula darahnya tidak melebihi 170. Setelah saya terapi turun menjadi 120.

Dari pengalaman di atas saya memberikan semangat kepada Anda yang menderita DM janganlah putus asa. Akan tetapi ada beberapa tips:
1. Makan dan minum yang sehat dan seimbang.
2. Kerja dan istirahat yang seimbang.
3. Mengkonsumsi minyak jinten hitam dan zaitun secara rutin.
4. Hindari terjadi luka pada tubuh. Apabila terlanjur luka maka segera disteril dan diolesi minyak jinten hitam atau zaitun.
5. Mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta berdoa kesembuhan penyakit Anda.

Minggu, 18 Januari 2009

Butuh Sehat



Kemarin (18/1) ada pasien lama saya mengantarkan temannya untuk terapi. Pasien saya yang lama namanya Pak Her, seorang guru olahraga di sebuah SMK negeri Kabupaten Mojokerto, sebelumnya sakit batuk angin berhari-hari. Alhamdulillah setelah saya bekam tiga titik punggung dan satu titik di daerah bronkia serta pulangnya saya kasih sirup campuran minyak zaitun, habbatus sauda' dan madu arab sakitnya hilang. La temannya ini punya keluhan yang sama. Tetapi sebenarnya dia tidak berani jarum ataupun bekam. Setelah diceritai Pak Her temannya itu akhirnya 'nekat' berobat. Dengan teknik yang sama akan tetapi saya tusuk akupunktur di daerah bronkia serta kepala bagian belakang. Alhamdulillah setelah terapi dia merasa mendingan. Semoga sehat pak.